ทันเอไอ

Global AI & tech news, in your language · every story source-checked

🌐Follow
← Back to news
LINE Facebook X
Model & Riset AIVerified

Trip mewah 'Summer Club' OpenAI justru menuai serangan dari warganet

OpenAI mengajak para influencer ke resor mewah di New York untuk mempromosikan ChatGPT, namun malah menuai kritik soal kesenjangan dalam tanggung jawab lingkungan dan nasib pekerja kreatif

📅 5 Agu 2026, 03.42
Trip mewah 'Summer Club' OpenAI justru menuai serangan dari warganet

Pada akhir pekan awal Agustus 2026, OpenAI menggelar trip yang mengajak sekelompok influencer menginap di sebuah resor mewah di upstate New York dalam proyek bertajuk "Summer Club". Para kreator yang berpartisipasi menikmati berbagai aktivitas eksklusif, mulai dari jamuan makan malam ala farm-to-table, aktivitas kesehatan seperti beternak lebah, hingga kelas pelatihan cara memaksimalkan penggunaan produk OpenAI.

Drew Pusateri, juru bicara OpenAI, menjelaskan bahwa perusahaan bekerja sama dengan beragam kelompok kreator untuk membantu masyarakat memahami cara menggunakan ChatGPT secara lebih praktis. Tujuan utama trip ini adalah mengajarkan para kreator menggunakan ChatGPT Work, fitur yang baru diluncurkan untuk membantu menyusun dokumen dan membuat presentasi.

Namun, citra yang seharusnya terlihat indah justru berbalik negatif. Video dan unggahan dari trip tersebut dibanjiri komentar pedas. Salah seorang influencer dituduh "menjual jiwanya demi kamar hotel yang bagus". Ada pula yang menuntut dibuatnya video yang mengaitkan trip mewah ini dengan dampak lingkungan dari data center AI. Sementara influencer lainnya diejek dengan pertanyaan apakah ia akan membuat konten get-ready-with-me sambil tur data center. Menariknya, ketika TechCrunch menghubungi influencer ketiga, diketahui bahwa ia telah menghapus video tentang trip tersebut, meski masih menyimpan video lain yang tidak secara jelas menyebutkan keterkaitannya dengan trip itu.

Kritik yang lebih luas menilai bahwa keputusan OpenAI menggelontorkan sumber daya besar untuk trip mewah bagi influencer — di saat para seniman, penulis, dan pekerja kreatif lainnya cemas AI akan merebut mata pencaharian mereka — menunjukkan ketidakpahaman perusahaan terhadap dampak nyata produknya sendiri. Trip ini pun menjadi pelajaran bahwa kampanye influencer di era ketika masyarakat memperdebatkan AI secara sengit dapat dengan mudah memicu hasil yang berlawanan dari yang diharapkan.

Why it matters
Berita ini mencerminkan konflik yang kian memanas antara perusahaan AI dan publik, khususnya para pekerja kreatif — termasuk kreator di Indonesia — yang kini harus berpikir dua kali sebelum menerima pekerjaan promosi AI karena berisiko menghadapi gelombang penolakan dari pengikut mereka sendiri.
#OpenAI#อินฟลูเอนเซอร์#ChatGPT#กระแสวิจารณ์

Comments

Loading comments…

No sign-up needed · comments are auto-filtered and moderated