ทันเอไอ

Global AI & tech news, in your language · every story source-checked

🌐Follow
← Back to news
LINE Facebook X
Model & Riset AIVerified

Anthropic Ungkap Cara Membuat 'Watermark Tak Terlihat' pada Teks Buatan Claude demi Patuhi Regulasi AI Eropa

Anthropic mengumumkan penggunaan teknologi SynthID-Text dari Google DeepMind untuk menyematkan pola statistik ke dalam teks yang dihasilkan Claude, agar dapat diverifikasi sebagai karya AI sesuai ketentuan EU AI Act.

📅 18 Agu 2026, 07.57
Anthropic Ungkap Cara Membuat 'Watermark Tak Terlihat' pada Teks Buatan Claude demi Patuhi Regulasi AI Eropa

Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude, memaparkan detail sistem 'watermark tak terlihat' (invisible watermark) yang akan disematkan ke setiap teks buatan Claude. Langkah ini diambil untuk mematuhi regulasi transparansi AI Uni Eropa, yaitu EU AI Act (Pasal 50), yang mewajibkan konten dari AI agar dapat diidentifikasi.

Menariknya, Anthropic tidak mengembangkan teknologi ini sendiri, melainkan menggunakan SynthID-Text—teknologi watermark open-source (sumber terbuka) yang dikembangkan oleh Google DeepMind, yang notabene adalah pesaing langsung di industri AI.

Prinsip kerja sistem ini bukan menyembunyikan karakter khusus atau menyisipkan metadata ke dalam konten, melainkan menyesuaikan probabilitas pemilihan kata. Ketika model memiliki beberapa pilihan kata yang maknanya mirip, sistem akan memilih kata berdasarkan pola statistik yang telah ditentukan. Manusia tidak akan merasa ada perbedaan saat membacanya, namun perangkat lunak yang memiliki Secret Key (kunci rahasia) dapat melacak apakah teks tersebut berasal dari AI atau bukan.

Anthropic menegaskan bahwa watermark ini tidak memengaruhi konten, makna, kreativitas, atau kualitas penulisan, serta tidak menambah jumlah token (unit pemrosesan teks) maupun biaya pengguna. Watermark akan tetap melekat pada teks meskipun disalin-tempel (copy-paste) atau diedit sedikit. Kendati demikian, terdapat batasan: jika teks diubah secara drastis, ditulis ulang, atau terlalu pendek, proses deteksi bisa menjadi kurang akurat atau gagal menemukan watermark.

Sistem ini akan berlaku secara global untuk model-model baru Claude yang dirilis mulai 2 Agustus 2026, mencakup penggunaan via web, API (Application Programming Interface), hingga Claude Code. Sementara itu, untuk file gambar seperti .png dan .jpg, akan menggunakan metode penyematan metadata berbasis standar terbuka C2PA.

Meskipun regulasi tersebut diberlakukan di Eropa, Anthropic memilih untuk menerapkan watermark ini secara global dan tidak membatasinya hanya bagi pengguna di Eropa.

Why it matters
Konten dari Claude yang digunakan oleh pengguna Indonesia akan secara otomatis disematkan watermark yang dapat dilacak. Hal ini memengaruhi pembuktian apakah suatu tulisan, laporan, atau artikel berasal dari AI, yang berkaitan langsung dengan etika penggunaan AI dalam dunia pendidikan dan pekerjaan.
#Anthropic#Claude#ลายน้ำ AI#EU AI Act

Comments

Loading comments…

No sign-up needed · comments are auto-filtered and moderated