ทันเอไอ

Global AI & tech news, in your language · every story source-checked

🌐Follow
← Back to news
LINE Facebook X
Model & Riset AIVerified

Alphabet Rombak Besar-besaran Kepemimpinan AI: Hassabis Naik Jadi Chief Scientist, Jeff Dean dan Tim Riset Unggulan Mundur untuk Dirikan Perusahaan Baru

Demis Hassabis beralih dari CEO Google DeepMind menjadi Chief Scientist Alphabet, sementara insinyur senior Jeff Dean dan sejumlah anggota tim riset Gemini mengundurkan diri untuk mendirikan perusahaan baru, di tengah kekhawatiran keterlambatan Gemini versi baru

📅 6 Agu 2026, 01.50
Alphabet Rombak Besar-besaran Kepemimpinan AI: Hassabis Naik Jadi Chief Scientist, Jeff Dean dan Tim Riset Unggulan Mundur untuk Dirikan Perusahaan Baru

Alphabet, induk perusahaan Google, mengumumkan restrukturisasi besar pada jajaran eksekutif AI pada hari Rabu. Demis Hassabis, pemimpin utama Google DeepMind sekaligus peraih Nobel, akan melepas jabatan CEO unit tersebut dan beralih ke posisi baru yang dibuat khusus: Chief Scientist Alphabet, sekaligus menjabat sebagai chairman Google DeepMind. Dalam memo kepada karyawan, ia menyatakan bahwa motivasi di balik perubahan peran ini adalah AGI (Artificial General Intelligence, atau AI dengan kecerdasan setara manusia) yang kian mendekat. Selain itu, Hassabis akan tetap mengawasi Isomorphic Labs, perusahaan afiliasi yang menggunakan AI untuk pengembangan obat.

Operasional harian Google DeepMind akan dipegang oleh Koray Kavukcuoglu, CTO unit tersebut, yang akan menjabat sebagai senior vice president menggantikan posisi CEO, sekaligus tetap menjalankan perannya sebagai Chief AI Architect Alphabet.

Kabar lain yang tak kalah mengguncang industri adalah pengunduran diri Jeff Dean, insinyur senior legendaris Google, bersama Sanjay Ghemawat, Oriol Vinyals, dan Quoc Le—yang semuanya merupakan pemimpin senior tim Gemini. Mereka akan bersama-sama mendirikan perusahaan baru bernama Discovery Loop, berbentuk public benefit corporation (perusahaan yang berfokus pada manfaat publik), yang berkonsentrasi pada penemuan di bidang machine learning, sains, dan rekayasa.

Restrukturisasi ini terjadi di tengah tekanan yang sedang dihadapi Google DeepMind, karena model Gemini versi andalan terbaru belum juga dirilis, padahal semula dijadwalkan meluncur pada bulan Juni. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku industri bahwa Google mungkin tertinggal dari para pesaingnya seperti OpenAI dan Anthropic, yang baru-baru ini merekrut sejumlah talenta AI unggulan dari Google pada musim panas lalu. Saham Alphabet langsung anjlok 4% setelah berita ini tersebar.

Why it matters
Kehilangan talenta lini depan seperti Jeff Dean dan tim riset Gemini secara bersamaan mencerminkan perang perebutan talenta AI yang semakin sengit, dan berpotensi memengaruhi ritme pengembangan Gemini yang digunakan jutaan pengguna Indonesia setiap hari. Ini juga menjadi sinyal bahwa bahkan raksasa sekelas Google pun belum sepenuhnya kokoh dalam persaingan teknologi AI.
#Google DeepMind#Demis Hassabis#Gemini#ผู้บริหาร AI

Comments

Loading comments…

No sign-up needed · comments are auto-filtered and moderated