Pengembang Bereksperimen Gunakan Reinforcement Learning untuk Latih AI Melukis Lewat Kode, Hasilkan Karya yang Dapat Diedit
Proyek personal pamerkan pendekatan baru melatih LLM untuk membuat karya seni yang kodenya dapat disunting kembali oleh pengguna
Industri kecerdasan buatan terus mencari cara untuk meningkatkan fleksibilitas dalam pembuatan gambar. Baru-baru ini pada Maret 2026, sebuah proyek personal menarik bernama "Training AI to Paint with Code" yang digagas oleh Surya Narreddi bersama Cameron Franz memperkenalkan konsep penggunaan teknik Reinforcement Learning (RL) untuk melatih model bahasa (LLM) menciptakan karya seni melalui penulisan kode, alih-alih hanya mengandalkan prompt teks semata.
Kunci utama dari eksperimen ini adalah penggunaan pustaka JavaScript `p5.brush` agar model dapat menggambar dalam bentuk kode program. Tujuannya untuk mengatasi keterbatasan generator gambar AI konvensional yang tidak memungkinkan pengguna mengedit detail gambar secara langsung tanpa harus melakukan generate ulang secara keseluruhan. Melalui metode ini, karya yang dihasilkan bersifat "dapat diedit" (editable), sehingga manusia dapat menyesuaikan kodenya untuk memodifikasi gambar sesuai keinginan.
Proyek ini diulas lebih lanjut oleh media IT independen DigiNews pada 23 Agustus 2026, sebelum kemudian menjadi topik hangat dan menuai perhatian di platform Hacker News pada 24–25 Agustus lalu. Hal ini mencerminkan upaya pengembang dalam mencari cara mengontrol serta mengembangkan karya generatif AI agar lebih optimal untuk kebutuhan praktis.
Menunjukkan arah baru dalam pengembangan AI seni—tidak lagi terbatas pada satu kali generate tanpa bisa diedit, melainkan memanfaatkan kode sebagai perantara agar manusia dan AI dapat berkolaborasi serta menyempurnakan karya secara fleksibel.