AI Mengubah Ritel secara Diam-diam: Kekuatan di Balik Layar yang Bukan Sekadar Chatbot
Kecerdasan buatan dengan cepat mengubah bisnis ritel. Perubahan paling signifikan mungkin bukan pada alat yang dilihat pelanggan, tetapi pada keputusan di balik layar seperti manajemen stok barang.
Ketika berbicara tentang AI di sektor ritel, banyak orang mungkin memikirkan chatbot pembantu belanja atau aplikasi coba pakaian virtual. Namun, perubahan besar mungkin terjadi di area yang tidak terlihat oleh konsumen. Dari studi kasus department store Macy's dalam artikel yang disusun oleh unit konten komersial MIT Technology Review, ditemukan bahwa perusahaan tersebut menggunakan pendekatan "AI-first" (AI diutamakan) dalam pengambilan keputusan di balik layar. Murali Murugan, Direktur Senior Teknik di Macy's, menyatakan bahwa kekuatan sejati AI terletak pada peningkatan proses internal, seperti pengurutan produk yang akan ditampilkan dalam pencarian, manajemen inventaris dalam supply chains (rantai pasok) agar sangat efisien, hingga membantu developer menulis kode lebih cepat. Meskipun Macy's memiliki alat untuk pelanggan seperti "Ask Macy's" yang merupakan asisten belanja AI, namun konsep utama perusahaan tetap melihat AI sebagai alat pendukung keputusan manusia, bukan sesuatu yang akan menggantikan seluruhnya.
Meskipun kita mungkin tidak melihat AI bekerja secara langsung, perubahan ini memengaruhi pengalaman belanja online kita semua, mulai dari produk yang muncul hingga kecepatan pengiriman.