Vertu luncurkan Alphafold, ponsel lipat dengan AI untuk eksekutif, harga mulai dari Rp250 juta
Vertu memperkenalkan Alphafold, ponsel lipat mewah yang dilengkapi AI Agent khusus untuk kalangan eksekutif dengan harga mulai dari 6.880 USD.
Merek ponsel mewah Vertu kembali mencuri perhatian dengan meluncurkan "Alphafold", ponsel layar lipat yang menyasar segmen eksekutif kelas atas. Keunggulan utamanya terletak pada sistem AI Agent yang dirancang khusus untuk kebutuhan korporat. Harga untuk model kulit sapi dibanderol mulai dari 6.880 USD (sekitar Rp253 juta), sementara model tertinggi dengan material eksklusif seperti kulit buaya, emas 18K, dan berlian dapat dikustomisasi hingga mencapai harga 46.800 USD (sekitar Rp1,7 miliar).
Inti dari Alphafold adalah "Hermes Agent", sistem AI yang dibangun di atas proyek open-source Hermes dari Nous Research. Sistem ini dirancang untuk terhubung langsung dengan sistem korporat seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dan CRM (Customer Relationship Management). Pengguna dapat memberikan perintah kompleks menggunakan bahasa alami, seperti menyetujui dokumen, mengelola jadwal, melacak penjualan, merencanakan perjalanan, hingga menyusun laporan kinerja.
Dari sisi perangkat keras, ponsel ini dibekali layar lipat bagian dalam berukuran 8,05 inci dan layar luar 6,53 inci. Namun, terdapat informasi yang simpang siur mengenai chipset; laporan awal menyebutkan penggunaan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 4, sementara beberapa media yang telah mengulas perangkat tersebut menyebutkan penggunaan Snapdragon 8 Elite yang merupakan generasi sebelumnya.
Hal menarik lainnya adalah aspek keamanan. Meskipun Vertu mengklaim memiliki arsitektur yang mengutamakan privasi dengan chip keamanan A5 untuk memisahkan data sensitif dari sistem operasi utama, perusahaan mengakui bahwa sistem tersebut belum melalui audit keamanan atau sertifikasi dari pihak ketiga. Ini menjadi catatan penting bagi perangkat yang akan menangani data sensitif perusahaan.
Kasus ini menunjukkan arah pengembangan AI yang semakin spesifik, beralih dari asisten umum menjadi alat khusus untuk kebutuhan bisnis korporat, sekaligus contoh bagaimana AI digunakan untuk memberikan nilai tambah pada produk barang mewah.