Kenalan dengan Retro, aplikasi sosial baru untuk berbagi foto khusus teman dekat, bebas iklan dan algoritma
Di tengah era media sosial yang dipenuhi algoritma dan iklan, aplikasi Retro menawarkan konsep sebaliknya — jurnal foto yang dibagikan khusus untuk sahabat dan keluarga.
Engadget melaporkan pengenalan aplikasi media sosial baru bernama Retro yang memposisikan dirinya sebagai "jurnal foto khusus teman" (friends-only photo journal), yang berfokus pada berbagi momen kehidupan nyata dengan orang-orang terdekat dengan memangkas semua faktor yang membuat banyak orang lelah dengan media sosial saat ini, baik itu algoritma, iklan, maupun tekanan jumlah suka (likes).
Cara penggunaan Retro dirancang berbeda dari aplikasi pada umumnya. Pengguna dapat memilih waktu yang diinginkan untuk berbagi, baik harian, mingguan, atau bulanan, lalu aplikasi akan mengirimkan pengingat untuk mengunggah sesuai jadwal yang ditentukan. Saat waktu mengunggah tiba, aplikasi hanya akan memfilter foto yang diambil pada minggu tersebut untuk dipilih, beserta menampilkan data metadata guna mendukung keaslian, alih-alih menggali foto lama untuk diedit agar terlihat bagus.
Privasi menjadi nilai jual utama. Daftar teman dan tanda suka (likes) bersifat sepenuhnya pribadi; unggahan hanya dapat dilihat oleh orang yang mengikuti kita. Selain itu, terdapat fitur "Keys" yang memungkinkan sahabat mengakses album foto masa lalu. Fitur tambahan lainnya meliputi pembuatan album grup (Group Albums), pesan grup, pembuatan rangkuman bulanan (Monthly Recaps), dan yang menarik, kemampuan untuk mencetak foto menjadi kartu pos untuk dikirimkan melalui pos kepada teman atau keluarga.
Di balik Retro adalah Nathan Sharp, mantan pengelola fitur Stories Instagram, bersama Ryan Olson di bawah perusahaan Lone Palm Labs. Mereka bertujuan menciptakan ruang yang berfokus pada pemeliharaan hubungan dengan orang-orang terdekat secara nyata, ketimbang memproduksi konten untuk hiburan publik. Aplikasi ini sudah tersedia untuk diunduh di App Store dan Google Play Store.
Namun, pertanyaan penting yang diajukan oleh Engadget adalah seberapa jauh Retro dapat bersaing dengan aplikasi sosial besar, mengingat banyak aplikasi bertema "sosial untuk teman sejati" di masa lalu yang sempat populer sesaat sebelum akhirnya meredup.
Bagi pengguna yang mulai lelah dengan media sosial yang penuh iklan dan konten dari orang tak dikenal, Retro menjadi alternatif dari konsep "sosial lingkaran kecil" yang sedang diminati di seluruh dunia, meskipun masih harus dilihat apakah aplikasi ini benar-benar dapat membangun basis pengguna yang kuat.