ทันเอไอ

Global AI & tech news, in your language · every story source-checked

🌐Follow
← Back to news
LINE Facebook X
Alat/Sumber TerbukaVerified

Pusat Data AI Dorong Tarif Listrik di AS Melonjak, Peta Ungkap Wilayah Terdampak Paling Parah

Lelang listrik PJM menambah beban 6,3 miliar dolar bagi masyarakat dalam 3 tahun, dengan data center sebagai penyebab utama, meski ada pihak yang membantah data ini

📅 5 Agu 2026, 04.40
Pusat Data AI Dorong Tarif Listrik di AS Melonjak, Peta Ungkap Wilayah Terdampak Paling Parah

Tagihan listrik rumah tangga di Amerika Serikat semakin mahal, dan salah satu penyebab utamanya adalah pusat data (data center) yang mendukung beban kerja AI dan mengonsumsi listrik dalam jumlah besar. Artikel dari Gadget Review yang tengah ramai dibicarakan di Hacker News menunjukkan peta negara bagian mana yang terdampak paling parah.

Angka yang paling sering dikutip berasal dari PJM Interconnection, operator jaringan listrik (grid operator) terbesar di AS yang mencakup 13 negara bagian di wilayah timur dan Washington D.C. Hasil lelang kapasitas pembangkitan listrik terbaru akan menambah beban biaya listrik bagi konsumen sekitar 6,3 miliar dolar dalam 3 tahun, dengan permintaan listrik dari data center sebagai penyebab utama. Data ini dikonfirmasi oleh Fast Company yang mengutip langsung laporan PJM.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa harga listrik grosir di wilayah dekat data center naik hingga 267% dibandingkan 5 tahun lalu, dan biaya ini diteruskan ke konsumen umum. Consumer Reports mencatat tarif listrik perumahan di seluruh AS naik 7,1% pada tahun 2025, dua kali lipat lebih tinggi dari laju inflasi, dan di beberapa negara bagian kenaikannya melebihi 20%. Meski data center AI bukan satu-satunya faktor, ia merupakan faktor penting.

Negara bagian yang paling terdampak adalah Virginia, di mana kawasan Northern Virginia—dikenal sebagai "Data Center Alley"—merupakan salah satu konsentrasi data center terpadat di dunia sekaligus simpul internet penting berskala global.

Namun, pandangan ini tidak bulat. Institute for Energy Research (IER) merilis laporan bantahan bahwa data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) soal harga dan penjualan listrik "bertentangan dengan penjelasan bahwa data center mendorong kenaikan tarif listrik." Karena itu, isu ini masih diperdebatkan baik dari sisi angka maupun interpretasinya, dan pembaca sebaiknya mendengar kedua pihak.

Why it matters
Ini menjadi sinyal bahwa biaya sesungguhnya era AI tidak berhenti pada harga server, melainkan berdampak pada tagihan listrik masyarakat umum. Indonesia sendiri tengah gencar menarik investasi data center, sehingga isu jaringan listrik dan pembagian biaya antara investor dan masyarakat menjadi pelajaran yang layak dicermati.
#data center#AI#ค่าไฟฟ้า#พลังงาน

Comments

Loading comments…

No sign-up needed · comments are auto-filtered and moderated