Ilustrator manual mengeluh dituduh warganet menggunakan AI, padahal punya bukti proses pengerjaan
David Revoy, seniman kartun independen, berbagi pengalaman karya gambarnya yang dibuat tangan justru dihakimi komentator media sosial sebagai gambar AI, meski sudah ada video timelapse sebagai bukti
David Revoy, seniman dan kartunis independen, menerbitkan artikel blog berjudul "When online commenters 'detect' my art as AI" pada Agustus 2026, mengungkap kegelisahan yang sedang dihadapi banyak seniman: karya yang benar-benar digambar tangan justru dihakimi penonton di platform media sosial seperti Reddit, YouTube, Instagram, dan Facebook sebagai gambar hasil kecerdasan buatan (AI-generated).
Poin yang ia tekankan adalah tuduhan semacam ini tidak mudah berhenti, bahkan ketika seniman menunjukkan bukti proses pengerjaan atau video timelapse (video kecepatan tinggi yang merekam tahapan menggambar dari awal hingga akhir) untuk membuktikan bahwa karyanya buatan tangan. Orang-orang di dunia maya tetap curiga dan sulit membedakan karya gambar tangan dengan karya buatan AI.
Artikel ini kemudian dibahas di Hacker News, meraih 85 poin dan 47 komentar, menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kasus pribadi Revoy, melainkan fenomena luas di dunia seni digital masa kini.
Dimensi lain yang menarik adalah kontradiksi strukturalnya: gaya gambar tradisional para seniman manusia justru diambil sebagai data latih banyak model AI tanpa persetujuan. Akibatnya, ketika AI mampu menghasilkan gambar yang meniru gaya manusia dengan sangat mirip, karya asli manusia malah disalahpahami sebagai buatan AI. Ini menjadi lingkaran setan di mana seniman harus menanggung dua beban sekaligus: karyanya dimanfaatkan tanpa persetujuan, sekaligus kemanusiaan karyanya dipertanyakan.
Masalah ini berdampak langsung pada seniman dan kreator Indonesia. Di era ketika karya gambar tangan bisa dipertanyakan sebagai hasil AI, menyimpan bukti proses pengerjaan menjadi kebutuhan. Isu ini juga mengajak kita memikirkan praktik penggunaan karya seniman untuk melatih AI tanpa persetujuan.