Peneliti mengusulkan fondasi logika baru, kembangkan robot AGI berbasis Neuro-Symbolic agar memiliki kesadaran dan kemampuan pemecahan masalah seperti manusia
Penelitian baru mengusulkan metode penggabungan pembelajaran jaringan saraf tiruan dengan penalaran simbolik melalui sistem logika 4-nilai untuk menciptakan Artificial General Intelligence (AGI) yang setara dengan kemampuan manusia.
Tim peneliti telah menerbitkan makalah yang mengusulkan pendekatan baru untuk mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI), tujuan utama penciptaan AI yang memiliki kecerdasan setara atau melampaui manusia, dengan target membangun robot yang memiliki "kesadaran, kemampuan memecahkan masalah, belajar, dan merencanakan" layaknya manusia.
Inti dari penelitian ini adalah pendekatan yang disebut Neuro-Symbolic AI, yaitu menggabungkan kekuatan dari dua kutub AI: AI berbasis jaringan saraf (Neural) yang unggul dalam belajar dari data masif seperti otak, dan AI berbasis simbolik (Symbolic) yang ahli dalam penalaran logis berdasarkan aturan yang jelas. Integrasi ini dipandang mampu mengatasi kelemahan sistem AI saat ini yang sering kali kurang dalam hal interpretabilitas dan struktur logika.
Proposal utama para peneliti adalah penggunaan sistem logika baru bernama Intensional many-sorted First-order Logic (IFOL) sebagai inti dari sisi simbolik robot AGI. Keistimewaan IFOL adalah pengembangannya dari logika tradisional dengan menggunakan struktur yang disebut Belnap's bilattice, yang memiliki 4 nilai kebenaran, bukan sekadar "benar" atau "salah" seperti sistem konvensional. Hal ini memungkinkan sistem untuk menangani pengetahuan yang tidak lengkap, kontradiksi, atau situasi yang belum diketahui jawabannya dengan lebih baik—masalah yang terus dihadapi AI di dunia nyata.
Selain itu, penelitian ini bertujuan memperluas kemampuan sistem agar dapat menghitung probabilitas kalimat atau data yang belum diketahui sebelumnya. Pendekatan ini akan membantu robot AGI mengambil keputusan dengan lebih masuk akal dalam situasi di mana data tidak lengkap. Ini merupakan penelitian teoretis yang meletakkan dasar penting bagi arsitektur otak robot AGI di masa depan.
Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk memecahkan masalah mendasar dalam membangun AGI dengan menjembatani dua dunia AI. Jika berhasil, ini bisa menjadi langkah besar menuju penciptaan mesin yang memiliki pemahaman mendalam tentang dunia dan kemampuan penalaran logis yang kompleks seperti manusia.