Google Membayangkan Kembali: Jika "Deklarasi Kemerdekaan AS" Ditulis dengan AI dan Google Docs
Google merilis iklan baru dalam rangka peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS, membayangkan jika para pendiri negara memiliki alat seperti Google Workspace dan AI untuk membantu pekerjaan mereka.
Google telah meluncurkan iklan baru dalam rangka peringatan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, mengajukan pertanyaan menarik tentang apa jadinya jika para "Bapak Pendiri Bangsa" (Founding Fathers) memiliki alat seperti Google Workspace dalam kolaborasi bersejarah ini. Dalam video berdurasi 65 detik, kita akan melihat adegan pengeditan dokumen melalui Google Docs, penjadwalan rapat dengan Google Calendar, dan rapat jarak jauh melalui Google Meet, sebelum diakhiri dengan tanda tangan elektronik (eSignatures). Iklan tersebut juga menyisipkan penggunaan AI secara halus, seperti penggunaan Gemini untuk membantu mencatat rapat, fitur "help me visualize" dalam mendesain lambang negara, serta berkonsultasi dengan chatbot sebelum menolak permintaan akses dokumen dari Raja George III dari Inggris. Yang menarik adalah, iklan ini menghindari untuk menunjukkan bahwa AI akan membuat konten dokumen bersejarah menjadi lebih baik, yang berbeda dari iklan perusahaan sebelumnya. Respons di dunia maya bervariasi antara positif dan negatif, dengan sebagian besar komentar di YouTube dan Instagram memuji kreativitasnya, namun ada juga kritik di platform seperti Bluesky yang menyebut iklan tersebut "cringey" (memalukan) dan "stunningly tone deaf" (sangat tidak peka konteks).
Berita ini mencerminkan strategi Google dalam menjadikan AI relevan dan penting dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengangkat kembali peristiwa penting dalam sejarah untuk membangun keakraban dengan alat-alatnya.