Qualcomm Merevolusi Pengembangan Linux untuk IoT, Beralih Membuka Kode Sepenuhnya di GitHub
Qualcomm Linux 2.0 untuk chip IoT seri Dragonwing kini telah membuka semua kodenya di GitHub. Pengembang eksternal dapat berpartisipasi meninjau dan mengembangkannya.
Qualcomm telah meluncurkan Qualcomm Linux 2.0, sebuah sistem operasi untuk perangkat IoT (Internet of Things - perangkat terhubung internet) yang menggunakan chip seri Dragonwing perusahaan. Ini merupakan pembaruan signifikan dari versi yang pernah diumumkan pada tahun 2024. Perubahan terpenting adalah penyesuaian proses pengembangan, dari yang sebelumnya dilakukan secara internal di perusahaan, menjadi pengembangan yang sepenuhnya terbuka di platform GitHub. Ini berarti pengembang di seluruh dunia dapat melihat kode, melacak perubahan, dan berpartisipasi secara langsung. Pendekatan ini disebut "upstream-first", yang menekankan pengiriman perbaikan kembali ke proyek open source asli terlebih dahulu. Qualcomm Linux 2.0 ini meng-upgrade basis pengembangannya dari Yocto Project 6.0 dan bertujuan untuk menciptakan platform Linux yang terpadu, yang dapat digunakan dengan berbagai model chip (SoC - System-on-Chip) dalam seri Dragonwing, seperti QCS6490 dan QCS5430. Selain itu, perusahaan juga menargetkan siklus rilis versi baru yang lebih jelas, dari sebelumnya yang tanpa jadwal pasti.
Perubahan ini membuat pengembang dan produsen perangkat IoT di Thailand dapat mengakses dan mengadaptasi perangkat lunak pada chip Qualcomm dengan lebih mudah dan transparan, yang mungkin mengarah pada penciptaan perangkat pintar yang lebih beragam dan berkualitas lebih baik di masa depan.