ทันเอไอ

Global AI & tech news, in your language · every story source-checked

🌐Follow
← Back to news
LINE Facebook X
Alat/Open SourceVerified

AI GitHub Sarankan Perbaikan Kode Celah, Beri Celah Peretasan Jira Snowflake

Alat AI perbaikan kerentanan otomatis dari GitHub justru menghapus kode pengaman, hingga AI riset Wiz mendeteksi dan mendemonstrasikan pengambilan token Jira Snowflake secara nyata

📅 18 Agu 2026, 07.04
AI GitHub Sarankan Perbaikan Kode Celah, Beri Celah Peretasan Jira Snowflake

Wiz, perusahaan keamanan siber, mengungkapkan studi kasus menarik ketika "Red Agent" — AI otomatis untuk riset kerentanan perusahaan — mendeteksi celah dalam repositori kode publik Snowflake melalui program Bug Bounty dan berhasil mendemonstrasikan pengambilan token API Jira. Akar kerentanan tersebut justru berasal dari AI lain, yaitu GitHub Copilot Autofix.

Cerita bermula pada 18 Juni 2026, ketika penggabungan kode (PR #1218) dilakukan ke dalam repositori `snowflake-connector-net` milik Snowflake, konektor .NET yang bersifat open-source. Kode tersebut melibatkan GitHub Copilot Autofix — alat AI yang menyarankan perbaikan kerentanan otomatis — dalam proses penyuntingannya. Masalahnya, AI tersebut menghapus pola penanganan data masukan yang aman (sanitized input) dan menggantinya dengan ekspansi string langsung (direct string expansion) dalam skrip GitHub Actions, yang merupakan sistem otomatis untuk alur kerja pengembangan perangkat lunak (CI/CD).

Akibatnya, terjadi kerentanan Command Injection melalui judul GitHub Issue yang dapat dibuka dan diisi teks oleh siapa saja. Ketika sistem otomatis memproses teks tersebut tanpa penyaringan, penyerang dapat menyusipkan perintah untuk dieksekusi di dalam sistem.

Lima hari kemudian pada 23 Juni 2026, Red Agent milik Wiz mendeteksi kerentanan ini, melakukan pengujian, dan berhasil mengeksfiltrasi token API Jira — sistem manajemen tugas internal Snowflake. Jika itu adalah penyerang sungguhan, token tersebut dapat membukan jalan akses ke data pekerjaan internal organisasi.

Snowflake merespons dengan cepat dengan memperbaiki kerentanan dan melakukan rotasi pada seluruh kredensial keamanan pada hari yang sama saat laporan diterima.

Kasus ini banyak dibicarakan di Hacker News dengan perolehan lebih dari 304 poin dan 123 komentar, karena mencerminkan risiko ganda di era AI: di satu sisi, AI pembantu penulisan kode dapat mengabaikan pola keamanan yang sebelumnya diterapkan manusia; di sisi lain, AI penyerang juga dapat menemukan celah dengan lebih cepat. Para ahli pun menekankan bahwa kode yang dibuat atau diperbaiki oleh AI tetap harus melalui tinjauan manusia secara teliti, terutama pada bagian yang berkaitan dengan sistem CI/CD yang biasanya memegang hak akses ke data penting.

Why it matters
Ini adalah studi kasus nyata bahwa AI pembantu penulisan kode dapat menciptakan kerentanan serius, bahkan di perusahaan teknologi terkemuka. Organisasi di Thailand yang menggunakan Copilot atau alat AI serupa harus selalu memiliki proses tinjauan kode oleh manusia, khususnya pada skrip otomatis yang memegang hak akses penting.
#GitHub Copilot#ความมั่นคงไซเบอร์#Snowflake#Wiz
Sources (rewritten & summarized from): Hacker News · dev.to · wiz.io · unite.ai · cyberkendra.com · checkmarx.com

Comments

Loading comments…

No sign-up needed · comments are auto-filtered and moderated