Eksekutif X Ungkap Sendiri: Banyak Akun Besar 'Re-upload Video' Orang Lain untuk Dongkrak Engagement
Kepala Produk X mengakui bahwa konten video masif di platform, terutama dari akun dengan banyak pengikut, berasal dari pengunggahan ulang video orang lain, yang menurut perusahaan menjadi masalah bagi pengalaman pengguna.
Kisah ini dimulai ketika X (sebelumnya Twitter) meluncurkan fitur baru untuk pengguna iOS yang memungkinkan mereka mengedit video sepenuhnya di dalam aplikasi, dengan alat yang mirip dengan aplikasi video pendek populer seperti TikTok. Perubahan ini membuat beberapa pengguna berpendapat bahwa X terlalu berusaha menjadi TikTok, sampai Nikita Bier, Kepala Produk X, harus membuat postingan klarifikasi dan mengungkapkan wawasan menarik tentang ekosistem video di platform. Bier mengakui bahwa saat ini lebih dari separuh postingan yang terlihat di X adalah video. Namun, masalah besarnya adalah video-video yang berasal dari akun-akun besar dengan banyak pengikut, sebagian besar adalah konten orang lain yang diunggah ulang untuk menghasilkan Engagement (keterlibatan). Dia menunjukkan bahwa ada video-video lama yang berusia lebih dari 5 tahun diunggah kembali dan menjadi viral lagi, yang X nilai bahwa praktik pengunggahan ulang konten semacam ini menurunkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Masalah ini bukan hal baru. Sebelumnya, Bier pernah membahas isu ini, mengatakan bahwa tim mendapati banyak akun besar yang secara sistematis "menyedot klip dari akun kecil" (systematically re-uploading content from smaller accounts) untuk menghasilkan pendapatan dari program pembagian pendapatan iklan X tanpa memberikan kredit kepada pemilik karya asli sama sekali. Ada contoh kasus yang pernah terungkap, seperti akun berita Disclose.tv dengan hampir 2 juta pengikut, yang dituduh menggunakan video jurnalis dengan menghapus tanda air (watermark) lalu memposting ulang untuk mendapatkan tampilan. Oleh karena itu, penambahan alat pengeditan video oleh X ke dalam aplikasi mungkin bukan hanya sekadar mengikuti jejak TikTok, melainkan upaya untuk mengatasi masalah di akarnya, dengan mendorong pengguna untuk membuat konten video asli (Original Content) mereka sendiri langsung di platform. Ini akan membantu meningkatkan kualitas konten dan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk program pembagian pendapatan dalam jangka panjang.
Masalah ini mencerminkan tantangan platform sosial yang harus menyeimbangkan antara mencari pendapatan bagi kreator dan menjaga kualitas konten, yang berdampak langsung pada pengalaman pengguna Thailand dan peluang kreator Thailand di X.